ZMedia Purwodadi

Tiga Desa Baru Hasil Pemekaran Di Sandai Apa Alasanya ?

Table of Contents
Bupati kabupaten Ketapang meresmikan tiga desa baru di Sandai beserta 7 dari 10 desa lainya di ketapang
Bupati kabupaten Ketapang meresmikan tiga desa baru di Sandai beserta 7 dari 10 desa lainya di ketapang


LINTASIANA.COM KETAPANG, 28 NOVEMBER 2025 – Lintasiana.com – Sebuah tonggak sejarah baru dalam tata kelola pemerintahan tingkat desa di wilayah Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, akhirnya terwujud secara resmi pada hari Jumat ini. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, secara langsung menandatangani penetapan sekaligus meresmikan pembentukan tiga desa persiapan hasil pemekaran dari wilayah Desa Sandai yang sebelumnya berstatus sebagai desa induk dengan cakupan wilayah sangat luas. Kebijakan ini disambut antusiasme luas oleh seluruh lapisan masyarakat setempat, yang telah lama menyuarakan aspirasi serupa demi mendapatkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan merata.
 
Tiga Desa Persiapan Wilayah Sandai Resmi Diresmikan Bupati Ketapang, Langkah Strategis Percepat Pembangunan Daerah.
 
Pembentukan ketiga desa persiapan ini bukanlah keputusan yang diambil secara tiba‑tiba atau sekadar pemenuhan kebutuhan administratif semata. Sebaliknya, langkah ini merupakan hasil kajian mendalam, proses panjang, serta tanggapan nyata pemerintah daerah terhadap berbagai tantangan dan kendala yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan wilayah Desa Sandai. Sebelum pemekaran, wilayah desa induk membentang sangat luas dengan jumlah penduduk yang terus bertambah pesat dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut menyebabkan jangkauan pelayanan pemerintahan menjadi tidak merata, penyelesaian masalah sosial kemasyarakatan berjalan lambat, serta pelaksanaan pembangunan sering kali belum tepat sasaran bagi seluruh warga yang tinggal di berbagai pelosok wilayah tersebut.
 
Selain faktor luas wilayah dan pertumbuhan penduduk, alasan utama pemekaran juga didorong oleh kebutuhan mendesak akan peningkatan akses warga terhadap layanan dasar, mulai dari urusan administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, pendidikan anak usia dini hingga sekolah dasar, hingga pembangunan sarana dan prasarana jalan, irigasi, serta fasilitas umum lainnya. Selama bertahun‑tahun, warga yang tinggal di bagian paling ujung wilayah Desa Sandai harus menempuh perjalanan jauh dan sulit hanya untuk mengurus satu berkas administrasi atau mendapatkan pelayanan kesehatan sederhana di kantor desa induk. Hal ini tentu menghambat kesejahteraan masyarakat serta menghambat laju pertumbuhan ekonomi lokal yang sebenarnya memiliki potensi sangat besar jika dikelola secara lebih terarah.
 
Suriadi, Kepala Desa Sandai yang memimpin proses persiapan pemekaran sejak awal, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ketapang di bawah kepemimpinan Bupati Alexander Wilyo hingga kebijakan ini akhirnya sah dilaksanakan. Menurutnya, kehadiran desa‑desa baru akan mengubah sepenuhnya pola pelayanan pemerintahan yang sebelumnya terpusat di satu titik saja, kini menjadi lebih dekat dan dapat dijangkau oleh setiap kelompok masyarakat di wilayah masing‑masing.
 
“Kami mewakili seluruh warga masyarakat di wilayah Desa Sandai, baik yang tinggal di pusat maupun di pelosok desa, menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi‑tingginya kepada Bapak Bupati Ketapang beserta seluruh jajaran pemerintahan daerah yang telah mendukung dan memfasilitasi proses ini hingga selesai. Dengan adanya pemekaran ini, masyarakat tidak lagi harus berjarak jauh untuk mengurus keperluan administrasi atau menyampaikan aspirasi mereka kepada pengurus desa. Setiap wilayah baru akan memiliki struktur pemerintahan sendiri yang bertanggung jawab sepenuhnya atas pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan warga di bawah naungannya. Hal ini tentu akan mempercepat segala proses yang selama ini berjalan lambat,” ungkap Suriadi dalam keterangannya usai upacara peresmian, Jumat.
 
Penting untuk diketahui bahwa perjalanan menuju terbentuknya tiga desa persiapan ini tidaklah mudah dan memakan waktu cukup lama, serta melewati berbagai tahapan pemeriksaan dan persetujuan yang ketat sesuai peraturan perundang‑undangan yang berlaku. Proses pemetaan dan penentuan batas wilayah antar calon desa baru saja berlangsung selama dua tahun berturut‑turut, tepatnya mulai tahun 2021 hingga tahun 2023. Selama kurun waktu tersebut, tim gabungan dari pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas terkait di tingkat kabupaten bekerja sama dengan warga masyarakat untuk menandai batas alam maupun batas administrasi secara rinci, akurat, dan disepakati bersama oleh semua pihak yang bersangkutan. Setelah batas wilayah jelas dan tidak ada lagi perselisihan antarwarga, barulah berkas permohonan pemekaran disusun lengkap dan diajukan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMPD) Kabupaten Ketapang untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuan tingkat daerah maupun tingkat pusat.
 
“Kami sangat berhati‑hati dalam setiap langkah yang diambil agar tidak timbul masalah baru di kemudian hari. Penentuan batas wilayah adalah hal paling mendasar dan harus disepakati bersama agar seluruh warga merasa aman dan menjadi bagian dari satu kesatuan pemerintahan yang utuh. Setelah semua persyaratan administrasi maupun teknis terpenuhi barulah berkas kami ajukan ke tingkat yang lebih tinggi. Alhamdulillah, berkat kerja sama dan dukungan semua pihak, akhirnya hari ini ketiga desa persiapan tersebut resmi berdiri,” tambah Suriadi menjelaskan proses panjang yang telah dilalui bersama warganya.
 
Selain keuntungan berupa kemudahan akses pelayanan publik, pemekaran wilayah desa juga dinilai sebagai langkah strategis paling tepat untuk memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan di tingkat paling bawah, yang merupakan ujung tombak seluruh kebijakan pembangunan nasional maupun daerah. Desa‑desa baru dengan cakupan wilayah yang lebih kecil dan terukur akan jauh lebih mudah mengelola sumber daya alam maupun manusia yang dimilikinya, menyusun rencana pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan nyata warga setempat, serta mengawasi pelaksanaan program kerja secara lebih teliti dan bertanggung jawab. Setiap desa juga akan mendapatkan alokasi anggaran pembangunan dan pendapatan asli desa yang dikelola secara mandiri sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga potensi ekonomi lokal dapat digali dan dikembangkan sepenuhnya demi meningkatkan taraf hidup masyarakat.
 
“Kehadiran desa‑desa baru ini akan membuka ruang partisipasi masyarakat yang jauh lebih luas dalam segala tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan hasilnya. Warga akan lebih berani menyampaikan gagasan, usulan, maupun masukan karena mereka berhadapan langsung dengan pemimpin wilayahnya sendiri. Potensi alam yang melimpah, kerajinan tangan khas daerah, hingga hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini belum terkelola dengan baik karena keterbatasan jangkauan pemerintahan, kini dapat dikelola secara optimal untuk kesejahteraan bersama. Semua itu hanya akan terwujud jika wilayah pengelolaan tidak terlalu luas sehingga perhatian pemerintah desa dapat merata ke setiap sudut wilayahnya,” jelas Suriadi lebih lanjut.
 
Adapun ketiga desa persiapan yang secara resmi dimekarkan dari wilayah induk Desa Sandai masing‑masing adalah Desa Persiapan Sandai Tua, Desa Persiapan Tumbang Pauh, serta Desa Persiapan Sumber Makmur. Masing‑masing desa telah ditetapkan batas wilayahnya, memiliki pusat pemerintahan yang jelas, serta telah mulai menyusun struktur kepengurusan sementara sebelum dilantiknya kepala desa secara definitif sesuai jadwal yang akan ditetapkan pemerintah daerah. Selama masa persiapan, ketiga desa tersebut akan terus mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari pemerintah kabupaten maupun kecamatan agar dapat berjalan secara mandiri dan teratur sesuai peraturan yang berlaku.
 
Diresmikannya ketiga desa persiapan ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan seluruh wilayah Kecamatan Sandai pada khususnya dan Kabupaten Ketapang secara lebih luas. Roda pemerintahan di tingkat desa akan berjalan jauh lebih efektif, efisien, dan tanggap terhadap kebutuhan warga; berbagai program pembangunan dapat disusun dan dilaksanakan secara lebih terarah, terukur, serta merata di setiap wilayah; sementara masyarakat secara langsung dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemekaran wilayah yang telah lama mereka harapkan.
 
Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Bupati Alexander Wilyo juga berjanji akan terus mendukung dan memfasilitasi kebutuhan dasar ketiga desa persiapan tersebut hingga mampu berdiri tegak dan mandiri sepenuhnya. Dukungan tersebut meliputi bantuan penyediaan gedung kantor desa, perlengkapan administrasi, pelatihan pengelolaan keuangan desa, serta pembangunan sarana prasarana penghubung antarwilayah yang masih sangat dibutuhkan.
 
Peristiwa peresmian ini menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan secara tertib dan teratur akan selalu didengar dan diwujudkan oleh pemerintah daerah demi tercapainya kesejahteraan bersama, pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri, serta terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan melayani. Langkah pemekaran desa di wilayah Sandai ini juga diharapkan menjadi contoh atau acuan bagi wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa dalam upaya memperbaiki sistem pelayanan publik serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya.
 
Lintasiana.com – Berita Terkini, Akurat, dan Berimbang
Penulis: Bang Alex
Sumber : https://sandai.digitaldesa.id/berita/tiga-desa-persiapan-pemekaran-dari-desa-sandai-telah-diresmikan-bupati-ketapang-

Posting Komentar

⏳ Loading...