ZMedia Purwodadi

Profil Lengkap Sherly Tjoanda Laos: Gubernur Perempuan Pertama Maluku Utara 2025–2030

Table of Contents
Profil lengkap gubernur perempuan pertama Maluku Utara (SHERly Tjoanda)

Ketika nama Sherly Tjoanda Laos mulai terdengar luas di seluruh penjuru Maluku Utara, tak banyak orang yang menyangka bahwa sosok yang dulu dikenal hanya sebagai pendamping suaminya, kini berdiri tegak memimpin provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Ia bukan sekadar pengganti posisi yang ditinggalkan, melainkan sosok yang membawa harapan baru — perempuan pertama, putri Maluku yang berdarah campuran Tionghoa–Maluku, ibu dari tiga anak, dan pengusaha yang kini memimpin lebih dari 1,3 juta jiwa penduduk Maluku Utara.

Perjalanan Sherly Tjoanda Laos menuju kursi kepemimpinan provinsi ini bukanlah jalan yang direncanakan sejak awal. Semua bermula dari sebuah tragedi yang memilukan, yang tak hanya mengubah hidupnya secara pribadi, tetapi juga mengubah peta politik sekaligus wajah kepemimpinan di wilayah timur Indonesia. Dalam artikel ini, kita akan menyusuri perjalanan hidup Bu Sherly — dari masa kecilnya di Ambon, masa pendidikan di luar pulau, kehidupan rumah tangga bersama almarhum Benny Laos, hingga momen bersejarah ketika ia resmi dilantik menjadi Gubernur Maluku Utara pertama dalam sejarah provinsi tersebut.

 Profil lengkap Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, perjalanan politik Sherly Tjoanda, istri Benny Laos jadi Gubernur, visi misi Sherly Tjoanda Laos, Gubernur perempuan pertama Maluku Utara.

Siapa Sebenarnya Sherly Tjoanda Laos?

Sherly Tjoanda Laos lahir di Ambon pada tanggal 12 Agustus 1982. Ia adalah putri pasangan Paulus Tjoanda dan Maria Margetha Liem. Dari sisi ayah, ia memiliki darah Tionghoa, sedangkan dari sisi ibu, ia adalah keturunan asli Maluku. Perpaduan dua budaya ini membentuk kepribadiannya sejak kecil — tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai keluarga, kerja keras, dan rasa hormat kepada sesama.

Agama yang dianutnya adalah Katolik, dan nilai-nilai iman ini menjadi landasan hidupnya hingga kini. Sejak kecil, Sherly dikenal sebagai anak yang cerdas, tenang, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap orang lain. Meski lahir di Ambon, masa depannya kelak akan membawanya menjelajahi berbagai kota besar di Indonesia hingga ke luar negeri.

Identitas Lengkap Sherly Tjoanda 

Nama Lengkap Sherly Tjoanda Laos
Nama Lahir Sherly Tjoanda
Tempat, Tanggal Lahir Ambon, 12 Agustus 1982
Usia (2026) 44 tahun
Agama Katolik
Suku / Asal Tionghoa–Maluku
Suami Benny Laos (almarhum, meninggal 12 September 2024)
Anak 3 orang — Bennet Edbert Laos, Beneisha Edelyn Laos, Benedictus Edrick Laos
Wakil Gubernur Sarbin Sehe
Periode Jabatan 20 Februari 2025 — 20 Februari 2030
Pendahulu Abdul Ghani Kasuba
Pelantik Presiden Prabowo Subianto (Istana Negara)

Masa Pendidikan: Dari Ambon Hingga Belanda

Sherly tidak pernah puas dengan satu pengetahuan. Sejak tamat pendidikan dasar di Ambon, ia bertekad untuk melangkah lebih jauh. Masa sekolah menengah pertamanya dijalani di kota kelahirannya, namun untuk Sekolah Menengah Atas, ia pergi merantau jauh ke Pulau Jawa — tepatnya di SMA Kristen Petra 2 di Surabaya. Karena satu dan lain hal, ia kemudian pindah dan menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di SMA Katolik Swastiastu, Denpasar, Bali.

Langkah ini menunjukkan kemandiriannya sejak usia muda — berani meninggalkan keluarga demi mengejar kualitas pendidikan yang lebih baik. Setelah lulus SMA, ia kembali ke Surabaya dan masuk ke Universitas Kristen Petra, mengambil jurusan Manajemen Bisnis Internasional.

Pendidikannya tidak berhenti di situ. Sherly meraih kesempatan emas untuk menempuh Double Degree — gelar ganda — di Inholland University of Applied Sciences, Belanda. Pada tahun 2004, ia resmi lulus dengan membawa dua gelar sekaligus, membuktikan bahwa perempuan Maluku ini mampu bersaing di kancah internasional. Latar belakang pendidikan inilah yang kelak menjadi bekal berharga ketika ia turun langsung mengelola bisnis keluarga, dan akhirnya, ketika dipercaya memimpin provinsi.


Kehidupan Rumah Tangga & Peran Sebagai Pendamping Suami

Kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya di Belanda, Sherly Tjoanda bertemu dengan Benny Laos — sosok pemuda berambisi dari Pulau Morotai yang kelak menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di Maluku Utara. Keduanya menikah dan dikaruniai tiga orang anak: Bennet Edbert Laos, Beneisha Edelyn Laos, dan Benedictus Edrick Laos.

Saat Benny Laos terpilih menjadi Bupati Pulau Morotai periode 2017–2022, Sherly secara otomatis mendampingi suaminya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pulau Morotai. Di sinilah kemampuan kepemimpinannya mulai terlihat. Ia tidak hanya berdiri di belakang, tetapi turun langsung ke masyarakat — mengunjungi desa-desa terpencil, mendampingi ibu-ibu rumah tangga, dan menggerakkan berbagai program pemberdayaan perempuan dan keluarga.

Selain itu, Sherly juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Ia bergerak di bidang perdagangan, jasa, dan properti. Namun, begitu namanya masuk dalam pencalonan Gubernur, ia segera mundur dari semua kepengurusan perusahaan dan melepaskan saham-sahamnya untuk mencegah terjadinya konflik kepentingan — menunjukkan bahwa integritas adalah hal utama baginya.


Tragedi yang Mengubah Segalanya: Meninggalnya Benny Laos Suami Sherly Tjoanda 

Semua berjalan sesuai rencana. Benny Laos maju sebagai calon Gubernur Maluku Utara dalam Pemilihan Gubernur tahun 2024, berpasangan dengan Sarbin Sehe. Kampanye berjalan penuh semangat, dan dukungan masyarakat terlihat sangat besar. Namun takdir berkata lain.

Pada tanggal 12 September 2024, di tengah masa kampanye yang masih berlangsung, terjadi peristiwa yang mengguncang seluruh Maluku Utara. Benny Laos meninggal dunia akibat ledakan kapal cepat yang ia tumpangi saat melakukan kunjungan kerja di perairan Pulau Morotai. Berita duka ini menyebar dengan cepat, membawa kesedihan mendalam bagi seluruh rakyat Maluku Utara.

Kehilangan suami sekaligus harapan utama bagi banyak orang, membuat banyak pihak bertanya-tanya: apakah perjuangan ini berhenti di tengah jalan? Namun Sherly Tjoanda memilih jalan yang berbeda. Ia tidak menyerah pada keadaan, melainkan mengambil alih tongkat estafeta yang ditinggalkan suaminya.

"Kehilangan adalah hal yang paling berat, tapi perjuangan rakyat Maluku Utara tidak boleh berhenti. Jika beliau sudah berpulang, maka saya yang akan melanjutkan perjuangan itu."

Perjalanan Politik Sherly Tjoanda Dari Pengganti Hingga Menang Mutlak Pemilihan Gubernur Maluku Utara 

Proses penggantian calon yang meninggal dunia di tengah masa kampanye bukan hal yang mudah. Namun koalisi partai-partai yang mengusung Benny Laos bersatu dan memutuskan untuk mengajukan Sherly Tjoanda sebagai calon pengganti suaminya. Pada 24 Oktober 2024, KPU Maluku Utara secara resmi menetapkan Sherly Tjoanda sebagai calon Gubernur berpasangan dengan Sarbin Sehe.

Kampanye yang tadinya dipimpin suami, kini dilanjutkan oleh istri. Dengan penuh ketabahan, Sherly berkeliling ke seluruh pelosok provinsi — mendatangi pulau-pulau kecil, desa-desa yang sulit dijangkau, berbicara langsung dengan rakyat, dan menyampaikan visi yang sama dengan yang dibawa almarhum suaminya. Masyarakat menyambutnya bukan hanya sebagai istri dari tokoh yang dicintai, tetapi sebagai sosok pemimpin yang mampu berdiri sendiri.

Pada hari pemungutan suara, 27 November 2024, hasilnya sungguh luar biasa. Pasangan Sherly Tjoanda — Sarbin Sehe menang dengan perolehan suara sekitar 51%, unggul di hampir seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara. KPU kemudian menetapkan mereka sebagai pemenang sah untuk periode 2025–2030.


Dilantik Resmi: Sejarah Baru Terukir Menjadi Gubernur Perempuan Pertama Maluku Utara 

Puncak dari perjalanan luar biasa ini terjadi pada 20 Februari 2025. Di Istana Negara, Jakarta, Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sherly Tjoanda Laos sebagai Gubernur Maluku Utara. Momen ini tercatat dalam sejarah sebagai kali pertamanya provinsi tersebut dipimpin oleh seorang perempuan.

Dalam pidato pelantikannya, Sherly menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh rakyat Maluku Utara. Ia berkata bahwa kemenangan ini bukan miliknya semata, tetapi milik seluruh masyarakat, dan juga merupakan penghormatan terakhir untuk almarhum Benny Laos.

Sherly juga menjadi wakil seluruh kepala daerah beragama Kristen dalam pelantikan serentak tersebut — sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang ia emban.


Visi & Misi: Maluku Utara yang Maju dan Berkeadilan

Sebagai Gubernur, Sherly Tjoanda Laos membawa visi yang jelas dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat:

Visi: Mewujudkan Maluku Utara yang Maju, Sejahtera, Berkeadilan, dan Berbudaya berlandaskan iman dan takwa.

Adapun misi utama yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan meliputi:

  1. Pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan — tidak ada wilayah yang tertinggal, baik di pulau besar maupun pulau kecil, memastikan pembangunan infrastruktur menjangkau seluruh pelosok kepulauan.
  2. Penguatan UMKM dan ekonomi kerakyatan — memberdayakan masyarakat melalui usaha mikro, kecil, dan menengah, serta mengembangkan potensi pariwisata dan perikanan yang menjadi kekayaan alam Maluku Utara.
  3. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan — akses yang setara bagi semua warga di seluruh penjuru provinsi, membangun fasilitas sekolah dan puskesmas yang memadai di pulau-pulau terluar.
  4. Pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan — kekayaan alam dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, bukan sebaliknya, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
  5. Pembangunan infrastruktur penghubung — memperkuat konektivitas antar pulau melalui pelabuhan, bandara, dan jalan yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi.
  6. Transparansi dan pengawasan anggaran — memastikan setiap rupiah anggaran negara digunakan dengan tepat, bersih, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Fakta Menarik Seputar Sherly Tjoanda Laos

  • Gubernur perempuan pertama dalam sejarah Provinsi Maluku Utara sejak berdirinya.
  • ✅ Menjabat menggantikan suaminya yang meninggal dunia di tengah masa kampanye — sebuah kisah ketabahan yang menyentuh hati banyak orang.
  • ✅ Memiliki latar belakang pendidikan Double Degree Indonesia–Belanda, menunjukkan kualitas pendidikan dan wawasan internasional yang dimilikinya.
  • ✅ Sebelum menjabat, ia melepaskan seluruh kepemilikan saham dan jabatan di perusahaan untuk mencegah konflik kepentingan — menunjukkan komitmen tinggi terhadap integritas.
  • ✅ Memimpin provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia — tantangan sekaligus peluang besar untuk kemajuan daerah.
  • ✅ Ibu dari tiga anak yang kini menjadi semangat sekaligus inspirasi dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin daerah.

Penutup

Perjalanan Sherly Tjoanda Laos bukanlah kisah kekuasaan yang diwarisi, melainkan perjuangan seorang perempuan yang berani melangkah di tengah kehilangan yang mendalam. Dari seorang ibu rumah tangga dan pendamping suami, kini ia berdiri tegak memimpin lebih dari 1,3 juta jiwa rakyat Maluku Utara. Ia membawa harapan baru — bahwa perempuan juga mampu memimpin, bahwa kehilangan bukan alasan untuk berhenti, dan bahwa kerja keras serta ketulusan akan selalu dihargai oleh rakyat.

Lima tahun ke depan bukan waktu yang lama, namun dengan latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman berorganisasi, kedekatan dengan masyarakat, serta visi yang jelas, Sherly Tjoanda Laos memiliki semua bekal yang dibutuhkan untuk membawa Maluku Utara semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan. Semoga kepemimpinannya membawa berkah bagi seluruh rakyat Maluku Utara, dari Morotai hingga ke pulau-pulau selatan. Selamat bertugas, Bu Sherly!

⏳ Loading...
JORAN FIBER ULTRA LIGHT SAKURA

JORAN FIBER ULTRA LIGHT SAKURA

Dapatkan promo pembelian set joran ultralight sakura fiber di Shopee

Rp 99.000 Rp 45.000 BELI

📄 Related Post

QRIS Donasi BAYAR LEWAT DANA