ZMedia Purwodadi

Rekomendasi Jajanan Di Kecamatan Sandai Yang Enak

Table of Contents



Pendahuluan: Jejak Rasa di Sandai

Sore itu, matahari baru saja mulai merendah di ufuk barat, menyisakan semburat keemasan yang menyelimuti kawasan Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Angin sepoi-sepoi berhembus pelan, membawa aroma tanah basah dan wangi dedaunan khas hutan tropis Kalimantan. Saya, yang saat itu sedang singgah di daerah ini sebagai bagian dari perjalanan menelusuri pesona Kalimantan Barat, merasa beruntung bisa berhenti sejenak di kecamatan yang satu ini. Bukan hanya karena pemandangannya yang menenangkan hati, tetapi juga karena satu hal yang tak bisa dilewatkan saat berkunjung ke daerah baru: kuliner lokalnya.

Seringkali, tempat-tempat yang tidak terlalu besar justru menyimpan kejutan rasa yang luar biasa. Dan Sandai membuktikan hal itu. Di sepanjang jalan utama, terutama di kawasan Simpang Tiga Pak Ngat, berjejer kedai-kedai kecil yang menyajikan beragam makanan lezat dengan harga yang sangat bersahabat di kantong. Saya menyempatkan waktu berjalan kaki, menghirup udara segar, dan mencicipi apa saja yang ditawarkan warga setempat. Hasilnya? Sungguh perjalanan rasa yang memuaskan. Berikut adalah catatan pribadi saya tentang jajanan-jajanan murah dan nikmat yang wajib kamu coba jika suatu hari berkunjung ke Kecamatan Sandai.


1. Batagor Siomay Sawargi — Potongan Rasa Bandung di Tanah Kalimantan

Siapa sangka, jauh di Kalimantan Barat, kita bisa menemukan hidangan khas Bandung yang rasanya begitu otentik? Di depan area parkir Alfamart Simpang Tiga Pak Ngat, saya menemukan sebuah kedai sederhana bernama Batagor Siomay Sawargi. Meski bangkunya tidak terlalu besar, aroma harum yang tercium dari sana langsung memanggil selera.

Saya memesan satu porsi batagor dan satu porsi siomay. Begitu disajikan, saya terkesan. Tekstur adonannya pas — kenyal namun tidak keras, dengan rasa ikan yang terasa nyata, bukan sekadar tepung. Batagor-nya digoreng garing di bagian luar namun tetap lembut di dalam. Sementara siomaynya dikukus dengan sempurna, disajikan hangat dengan saus kacang yang kental dan gurih.

Yang paling saya sukai adalah kamu bisa mengatur tingkat kepedasannya sendiri. Mau yang pedas pas-pasan, atau yang membuat keringat menetes di dahi, tinggal beri tahu penjualnya. Dan harganya? Hanya mulai dari Rp15.000 per porsi. Sungguh harga yang sangat terjangkau untuk kualitas rasa seperti ini. Bagi saya, ini adalah bukti bahwa rasa enak tidak harus mahal.


2. Pentol Bakar — Gurih, Pedas, dan Menggigit

Tidak jauh dari sana, tepatnya di depan Warung Makan Sidomulyo di Jalan Simpang Tiga Pak Ngat, saya menemukan penjual pentol bakar yang sedang sibuk memanggang pesanan pembeli. Aroma asapnya yang berpadu dengan bumbu kecap dan cabai langsung membangkitkan selera makan saya yang sebenarnya sudah cukup terisi.

Satu porsi berisi 5 tusuk pentol bakar dijual seharga Rp10.000 saja. Pentolnya berukuran sedang, padat, dan dimasak hingga matang merata. Bumbu yang dioleskan terasa meresap hingga ke dalam, dengan perpaduan rasa manis dari kecap, gurih, dan pedas yang pas. Dimakan selagi masih hangat, rasanya sungguh nikmat sekali. Saya bahkan sempat memesan tambahan karena rasanya yang begitu menggoda. Cocok sekali dinikmati sambil berbincang santai dengan teman atau keluarga di sore hari.


3. Aneka Jus Buah Asli — Kesegaran Alami yang Membasuh Dahaga

Setelah menyantap makanan yang cukup berbumbu, tenggorokan tentu membutuhkan sesuatu yang segar. Beruntung, tepat di depan Warung Makan Sidomulyo juga ada penjual aneka jus buah asli. Pilihannya beragam — mulai dari jus jeruk, mangga, alpukat, jambu, hingga jus campuran yang kaya vitamin.

Saya memilih jus jeruk murni. Begitu diseruput, rasanya segar sekali. Terasa jelas bahwa itu terbuat dari buah asli, bukan sekadar sirup atau perasa buatan. Tidak terlalu manis, gula secukupnya sehingga rasa asli buahnya tetap dominan. Minuman seperti inilah yang paling pas untuk menemani aktivitas sehari-hari, terlebih saat cuaca sedang terik-teriknya. Tubuh terasa segar kembali, dan rasa lelah seketika lenyap. Harganya pun sangat ramah di kantong, sehingga kita bisa menikmati kesegaran buah setiap hari tanpa perlu khawatir biaya yang mahal.


4. Aneka Gorengan Hangat — Teman Santai yang Tak Pernah Mengecewakan

Siapa yang bisa menolak godaan gorengan yang baru saja keluar dari penggorengan? Di area parkir Alfamart Simpang Tiga Pak Ngat, ada penjual aneka gorengan hangat yang selalu ramai dikunjungi. Pilihannya lengkap — pisang goreng, bakwan sayur, tahu isi, tempe goreng, hingga ubi goreng. Semuanya tersusun rapi dan terlihat begitu menggoda selera.

Saya membeli beberapa potong bakwan sayur dan pisang goreng. Saat digigit, bunyi "kriuk"-nya terdengar jelas. Minyaknya tidak berlebihan, dan isinya padat — penuh dengan sayuran segar untuk bakwannya, serta pisang yang manis dan matang sempurna untuk pisang gorengnya. Dimakan selagi masih hangat bersama cabai rawit hijau, rasanya sungguh luar biasa. Ini adalah jajanan klasik yang selalu punya tempat di hati masyarakat kita, dan di Sandai pun kualitasnya tidak kalah dibandingkan di kota besar.


5. Bakso Barokah — Hangatnya Semangkuk Kenikmatan

Saat perut mulai terasa lapar sungguhan, saya berjalan sedikit lebih jauh dan menemukan Warung Bakso Barokah, juga berlokasi di Simpang Tiga Pak Ngat, Kecamatan Sandai. Warung ini cukup luas, bersih, dan selalu ramai dikunjungi pengunjung, baik warga lokal maupun yang sedang melintas.

Menunya sangat lengkap, bukan sekadar bakso biasa saja. Berikut pilihan yang tersedia:

  • Bakso Biasa — kenyal dengan kuah kaldu yang bening namun gurih
  • Bakso Urat — tekstur lebih kasar dengan potongan urat daging yang lezat
  • Bakso Telur — kejutan lezat di dalam setiap butir bakso
  • Mie Ayam Bakso — perpaduan mie kenyal, ayam berbumbu, dan bakso yang sempurna
  • Sop Iga — kuahnya kaya rasa, daging iga empuk dan mudah lepas dari tulang
  • Aneka Masakan Lamongan — soto, lodeh, dan beragam sayuran segar
  • Aneka Nasi Goreng — tersedia nasi goreng sapi, ayam, bakso, dan spesial dengan bumbu rahasia yang harum semerbak
  • Mie Tiaw Goreng / Kuah — tekstur lembut dengan bumbu yang meresap sempurna

Saya memilih semangkuk bakso urat. Kuahnya panas dan gurih, terasa dibuat dari rebusan tulang dan daging sapi yang lama. Daging baksonya terasa asli, bukan campuran tepung yang berlebihan. Disajikan dengan seledri, bawang goreng, dan sambal yang pas pedasnya, semangkuk bakso ini sungguh menghangatkan badan dan jiwa. Rasanya seperti bakso buatan sendiri di rumah — tulus dan lezat.


6. Warung Lamongan Lumintu — Kelezatan Masakan Khas Jawa Timur di Sandai

Sebagai penutup perjalanan kuliner sore itu, saya mampir ke Warung Lamongan Lumintu, yang juga berada di kawasan Simpang Tiga Pak Ngat. Namanya mungkin mengingatkan kita pada kota di Jawa Timur, dan memang masakan yang disajikan di sini mengusung gaya masakan Lamongan yang otentik.

Menunya sangat beragam dan menggugah selera:

  • Ayam Goreng / Bakar — tersedia ukuran kampung maupun potongan, bumbunya meresap hingga ke tulang
  • Bebek Goreng / Bakar — daging empuk dengan bumbu rempah yang khas
  • Ikan Nila Goreng / Bakar — segar dan disajikan dengan sambal terasi yang mantap
  • Ikan Lele Goreng / Bakar — renyah di luar, lembut di dalam
  • Nasi Goreng — harum dan kaya bumbu, bisa dinikmati sendiri atau dengan lauk tambahan

Saya membungkus porsi ayam goreng dan ikan lele untuk dinikmati nanti malam. Saat disantap, aromanya sungguh menggugah selera. Ayamnya digoreng dengan sempurna — kulitnya renyah namun daging di dalamnya tetap lembut dan berair. Sambalnya pedas, asin, dan gurih — pas sekali di lidah orang Indonesia. Daging bebek dan ikannya pun tidak berbau amis, diolah dengan bumbu rempah yang tepat sehingga kelezatannya terasa maksimal. Harganya pun sangat terjangkau, setara dengan kualitas rasa yang ditawarkan.


Penutup: Pesona Kuliner Kecil yang Tak Terlupakan

Perjalanan singkat di Kecamatan Sandai sore itu mengajarkan saya satu hal penting: kelezatan kuliner tidak selalu ditemukan di restoran mewah di kota besar. Kadang, di tempat-tempat sederhana seperti inilah kita justru menemukan rasa yang paling jujur dan berkesan.

Sandai mungkin bukan daerah yang sangat luas atau terkenal jauh ke luar, tetapi di setiap sudutnya tersimpan usaha-usaha kecil warga yang dikelola dengan ketulusan hati untuk menyajikan makanan terbaik bagi siapa pun yang datang. Harga-harganya pun sangat ramah — mulai dari ribuan rupiah saja kita sudah bisa menikmati hidangan yang mengenyangkan dan lezat.

Jika kamu suatu saat berkesempatan melintas atau berkunjung ke Kabupaten Ketapang, jangan ragu untuk berhenti sejenak di Kecamatan Sandai. Nikmati suasana tenangnya, sapa ramah warganya, dan tentu saja — cicipi jajanan-jajanan lezat yang telah saya tuliskan di atas. Siapa tahu, seperti saya, kamu pun akan jatuh hati pada pesona kecil yang satu ini — bukan karena kemewahannya, tetapi karena kehangatan rasa yang ditawarkannya.

Semoga catatan perjalanan rasa ini bermanfaat bagi siapa saja yang sedang merencanakan kunjungan ke Kalimantan Barat. Selamat berkelana dan selamat menikmati!

📍 Simpang Tiga Pak Ngat, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat


Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman pribadi penulis saat berkunjung ke Kecamatan Sandai pada September 2026. Harga dan ketersediaan menu dapat berubah sewaktu-waktu.

⏳ Loading...
JORAN FIBER ULTRA LIGHT SAKURA

iPhone Xr 64/265 GB iBox Fullset

Promo Gratis Ongkir Dan Pembayaran Cod Cek Dulu

Rp 3.900.000 Rp 1.970.000 BELI

📄 Related Post

QRIS Donasi BAYAR LEWAT DANA